Home > Javanero di Lelang Kopi Spesialiti 2014 > NEWS > Javanero di Lelang Kopi Spesialiti 2014

Kopi Luwak Pangalengan Terjual 105 Dollar Per Kilogram di Lelang Kopi Spesialiti 2014

Lelang kopi spesialiti Indonesia telah berlangsung sukses. Roaster spesialti kopi lokal kuasai Lelang Kopi Spesialti Indonesia (LKSI) tahun ini. Mereka berani memberi harga tinggi untuk kopi lokal.

LKSI ke-3 telah berlangsung pada 8-12 Oktober di JIExpo Jakarta. Dari hasil lelang kopi tanggal 10 Oktober, harga tertinggi didapatkan Kopi Luwak dari Pangalengan milik PT Javanero Indonesia. Pembelinya adalah roaster lokal “The Coffee Library” dengan harga $105/kg (Rp 1.282.000/kg).

Kopi Luwak Pangalengan mendapat skor cupping (uji citarasa) sebesar 83.55. Citarasa yang terjejak antara lain cokelat, jeruk lemon, dan rempah-rempah. Kopi ini diproduksi oleh Koperasi Petani Rakyat Merdeka dari Gunung Tilu dan Pangalengan.

Sedangkan untuk kopi Arabika, kolaborasi roaster lokal “Common Ground” dan “Anomali” memberikan harga $30/kg (Rp 366.390/kg) untuk kopi Arabica Natura. Skor cuppingnya sebesar 85,77 dengan flavor nangka, jeruk manis, melon dan leci.

Sama-sama dari Pangalengan, kopi Arabika ini dimiliki oleh PT Sinar Mayang Lestari (Malabar Coffee) dan diproduksi oleh Slamet Prayogo. Saat lelang berlangsung, harga pasar kopi Arabika internasional adalah $4.88/kg (Rp 59.584/kg).

Adapun kopi Robusta yang masuk final berasal dari Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kopi yang terjual pada My Kopi O! seharga $5/kg (Rp 61.065/kg) ini mendapat skor cupping 84,71. Flavor buah tropis, kacang-kacangan, melon, nanas dan jeruk lemon terdeteksi dalam kopi tersebut.

Kebanyakan penawar kopi memang berasal dari roaster lokal, yaitu sebesar 19 kopi dari 22 kopi yang dijual dalam lelang. Diantara 13 penawar, hanya 3 penawar berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Jepang. Roaster lokal juga berkolaborasi untuk mendapat kopi terbaik Indonesia.

Sebelum menentukan kopi terbaik untuk masuk lelang, panitia LKSI menyeleksi 145 sampel kopi dari seluruh Indonesia. Mereka menggunakan sistem cupping yang merujuk pada standar internasional dari Coffee Quality Institute Amerika.
Karenanya semua sampel kopi yang masuk dalam lelang memiliki skor di atas 83,5.

LKSI yang berlangsung tiap dua tahun sudah pernah diadakan di Bali dan Surabaya. Pada LKSI ke-2 tahun 2012, kopi Toraja Sapan berhasil memecahkan rekor tertinggi dalam lelang dengan harga $45/kg (Rp 549.585/kg).